Jumat, 14 November 2014

FASHION: A Never Ending Story Ever Told

Selamat Datang di Blog Kami,

Setelah lama tidak menulis, maka aku ingin menulis satu topik tentang fashion, atau busana. Busana sudah lama dikenal oleh manusia sejak jaman manusia pertama, Adam dan Hawa. Manusia pertama setelah mengerti rasa malu, mencoba menutupi aurat dan tubuh mereka dengan daun daun sederhana yang ditemukan di hutan. Inilah permulaan fashion dalam sejarah umat manusia.

" Clothing is The First Step To Building Character " Said Sylverster Stallone

Terjemahan dari kutipan diatas adalah " Pakaian adalah Langkah Pertama untuk Membangun Karakter Seseorang ". Kalau penulis tafsirkan bahwa Pakaian yang kita kenakan akan dinilai oleh orang lain disekitar kita, dan Orang lain akan melihat bahwa apa yang kita pakai mewakili keadaan kita. Seperti contoh gambar dibawah ini :

Dari Gambar diatas menunjukkan karakter warna warni ceria,khas anak-anak yang diwakili oleh tokoh kartun dalam film Doraemon. Dengan model busana yang masih sederhana dan santai khas yang dipakai oleh anak-anak. Dengan melihat ini secara sekilas maka kita bisa menilai bahwa mereka adalah anak anak. Berarti Baju/Fashion yang mereka kenakan mewakili karakter anak-anak.

" FASHION IS INSTANT LANGUAGE "    PRADA

EMOTION / keadan seseorang tercermin dari body language dan ekspresi wajah seseorang.. Dan salah satu elemen pendukung yang melengkapi dan menunjukkan emotion adalah pakaian/clothing.  


We speak through our clothing and general attitude far more than through words.

Ungkapan diatas tepat dan mengena saat kita berbaan icara mengenai Pakaian atau Fashion yang kita kenakan. Fashion berbicara sangat dalam dan jauh melebihi kata kata untuk menggambarkan keadaan seseorang. Seragam atau Uniform seperti Kaus Olahraga, Seragam Tentara dsb menggambarkan ekspresi seseorang. Kita cenderung untuk berpakaian seperti orang lain yang kita jadikan panutan. Mengadopsi dan terpengaruh oleh trend busana dan gaya. Seperti anak sekolah yang mengenakan seragam sekolah, mereka saling mengidentifikasikan diri mereka dalam satu kesatuan grup anak sekolah, dan mereka merasa sama kedudukan dan senasib dalam hierarki organisasi yang disebut sekolah. Dalam Contoh gambar diatas, kita bisa mengidentifikasikan foto seorang gadis sebagai  Seorang Gadis Punk Rock, hanya dengan melihat ekspresi tubuh dan fashion pendukung yang dikenakan oleh gadis tersebut, walau kita tidak berbicara atau menanyakannya.

Gaya berbusana terus berkembang seiring berkembangnya tekhnologi dan kebudayaan manusia. Dan hal ini terus menerus berputar dan terjadi sampai akhir jaman. Tetapi Tren berbusana ada kecenderungan untuk berganti tetapi memiliki pola yang berulang setiap periode waktu tertentu.

Bilamana kita membicarakan fashion, maka tidak ada habisnya cerita tersebut.

Tetapi menurut penulis, Fashion atau Busana akan membantu seseorang untuk menampilkan citra diri dan menempatkan seseorang dalam grup/komunitas yang diinginkan sesuai aturan berbusana yang tidak tertulis yang ditetapkan dalam grup/komunitas  tersebut. Salah dalam pemilihan dan menggunakan busana tertentu akan menurunkan penilaian masyarakat terhadap citra seseorang. Tidaklah mungkin seseorang menggunakan busana kemeja casual dengan dilengkapi celana denim selutut dan sandal dalam sebuah acara resmi pernikahan. Seharusnya menggunakan Kemeja resmi berlengan panjang dengan celana panjang dan bersepatu dengan pilihan warna senada.

Akhir kata penulis ucapkan Berhati hatilah dengan apa yang kamu kenakan. Mengikuti trend busana bukanlah hal yang buruk, tetapi janganlah diri anda diperbudak oleh trend fashion. Gunakanlah busana sesuai aturan yang berlaku dan yang terpenting enak anda pakai serta enak dipandang oleh orang lain disekitar kita.

FASHION IS WHAT YOU'RE OFFERED FOUR TIMES A YEAR BY DESIGNER.
AND STYLES IS WHAT YOU CHOOSE.       Lauren Hutton

Untuk pemilihan Souvenir Yang Menarik dan sesuai dengan Fashion, jangan lupa ingatlah CIBO SOUVENIR. Untuk pemesanan dan Konsultasi hubungi kami di 0821 4124 0863  BBM 27a7c6bc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar